Memaknai Prosesi Wukuf di Momen Haji Akbar

Merdeka.com – Seluruh jemaah haji dari berbagai negara bersiap melaksanakan wukuf di padang Arafah, Makkah, Arab Saudi. Pelaksanaan wukuf tahun ini semakin istimewa karena bertepatan dengan hari Jumat, (8/7). Atau disebut sebagai haji akbar.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, berharap seluruh jemaah haji Indonesia benar-benar mendapatkan keutamaan dari haji akbar tahun ini.

“Saya hanya berharap semua jemaah ini bisa menjalankan ibadah di Arafah ini dengan baik, dengan tenang, dengan khusuk,” kata Menag.

Meskipun cuaca pada pukul 11.17 WAS siang cukup terik dan tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk jemaah, Menag sangat berharap seluruh jemaah bisa menuntaskan wukuf di haji akbar ini.

“Tahun ini sendiri haji akbar, kesempatan luar biasa untuk jemaah menyerahkan dirinya pada Allah. Mudah-mudahan seluruh jemaah sehat, bisa menjalankan ibadah ini dengan baik dan khusuk di tengah cuaca ekstrem,” kata Menag.

Terpisah, Khatib Muhammad Mukri Wiryosumatro memberikan definisi wukuf itu sendiri dan betapa besar kebaikan di dalamnya mana kala bertepatan dengan hari Jumat seperti hari ini.

“Wukuf itu maknanya berdiam diri, jadi kita sebagai manusia yang sedang akan melaksanakan wukuf beberapa jam yang akan datang,” kata Mukri.

Jemaah yang melaksanakan wukuf diwajibkan mengenakan ihram. Menurutnya, dua helai kain ihram yang dipakai memiliki makna mendalam sekaligus sebagai pengingat.

“Sejatinya manusia itu bukan siapa-siapa makhluk yang lemah. Oleh sebab itu, ibadah haji adalah wukuf artinya diam, terhenti jadi badan kita berhenti. Tetapi ruhnya yang ke atas menghadap Sang Khalik Sang Pencipta,” katanya.

“Oleh karena itu, saat wukuf nanti kita diminta diam, jangan mengeluarkan kata atau suara yang keras ataupun ngerumpi pihak lain. Jadi diam badannya, tapi pikiran dan hatinya bermunajat pada Allah SWT berzikir.”

Ditambahkannya, wukuf adalah salah satu rukun haji. Itu sebabnya, jikalah seseorang yang berangkat haji tapi tidak wukuf di Arafah maka tidak sah hajinya.

“Oleh karena itu, kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk mengikuti wukuf ini dengan bersungguh-sungguh, mengikuti dengan diam, banyak zikir, kemudian nanti mendekati salat Zuhur Ashar dijamak, akan ada khutbah wukuf yang kebetulan tahun ini bertepatan dengan hari Jumat atau haji akbar. Di mana haji akbar itu, semua dosa kita diampuni Allah SWT tanpa perantara siapapun,” tutup Mukri.

[rnd]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *