Warga Sipil – Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyahmengatakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus mendapatkan akses Sistem Informasi Pencalonan (Silon) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dia menilai upaya Bawaslu RI yang melaporkan pimpinan KPU RI atas pelanggaran pemberian akses kepada lembaga pengawas pemilu itu merupakan suatu keharusan.
“Alasannya, karena pengawasan digital terhadap sistem informasi, seperti Silon KPU, merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi pengawasan Bawaslu,” kata Ramdansyah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Dia pun mendukung pemberian akses Silonyang tak kunjung diberikan, sehinggaBawaslumasih terbatas dalam melakukan pengawasan pemilu secara digital.
Tidak hanya itu, Rumah Demokrasi memintaBawaslu melakukan pengawasan efektif berbasis digital guna mendorong asas pemilu jujur, adil, dan transparan bagi semua orang, khususnya peserta Pemilu 2024.
Menurut Ramdansyah, KPU menggunakan banyak basis sistem informasi manajemen (SIM) yang seyogianya harus diawasi juga.
Perkembangan dunia teknologi tidak dapat dielakkan, tambahnya, sehingga pengawasan melekat terhadap segala potensi kecurangan berbasis teknologi informasi tidak dapat dihindari.
Teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga pemberian akses kepada Bawaslu terhadap sumber data di KPU menjadi penting. Pemberian akses seperti itu dapat menjadi jalan keluar ketika KPU mengalami masalah dengan server atau apabila ada kesalahan (humanerror).
“Bawasludapat menjadi saksi bahwa KPU sudah berupaya melaksanakan kewajibannya secara tepat dan proporsional,” kata Ramdansyah.
Sipolsudah dimulai sejak Pemilu 2019. Sistem tersebut persoalan dalam Pemilu 2019.
Alih-alih bermanfaat memberikan kemudahan dalam penyelenggaraan pemilu, RamdansyahmenilaiSipol malah menjadi salah satu masalah karena bottle necksaat pengiriman data, delay, hingga server down.
“Rumah Demokrasi berharap bahwa sinergisme KPU dan Bawaslu dengan pemberian akses ini akan memberikan banyak harapan kepada publik Pemilu adil, demokratis dan transparan,” katanya.
Sebelumnya, Senin (7/8),Bawaslumelaporkan KPU ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). AnggotaBawaslu RI Totok Hariyono mengatakan laporan tersebut berkaitan dengan akses Silonyang tidak kunjung diberikan KPU kepada Bawaslu.
“Iya, soal akses Silon,” kata Totok saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Selasa (8/8).
Bawaslumemang sejak lama ingin melaporkan KPU ke DKPPterkait akses Silon. Namun, Bawaslubaru melaporkan pada Senin lalu setelah melakukan kajian mendalam.