WargaSipil.com – Perkembangan pesat kendaraan dengan teknologi tinggi dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan peningkatan besar dalam permintaan chip atau semiconductor.
Namun, karena faktor-faktor seperti pandemi Covid-19, terjadi kekurangan chip yang signifikan.

Kekurangan core menjadi kendala penting bagi perkembangan industri otomotif selama beberapa tahun terakhir. Melihat hal tersebut, Volkswagen pesimis kalau kekurangan chip bisa berakhir pada 2023.

Pembuat mobil asal Jerman itu sedang mempersiapkan normal baru gangguan rantai pasokan. Rasa pesimis Volkswagen mengenai kelangkaan chip masih akan terjadi hingga tahun depan disampaikan Murat Aksel, kepala pembelian di dewan direksi Volkswagen kepada Autoweek.

“Investasi dalam kapasitas baru sekarang sesuai rencana, tetapi mungkin masih ada kekurangan struktural semiconductor hingga 2023,” katanya.

Dia menambahkan, hal tersebut merupakan masalah struktural dan tidak bisa diperbaiki dengan cepat. Aksel juga mengklaim bahwa pasokan wiring harness berkurang setelah konflik Rusia-Ukraina. Namun, hal itu tidak lagi menjadi masalah.

“Apa yang telah kita lihat dalam rantai pasokan selama dua tahun terakhir, ini adalah normal baru. Ketika masalah geopolitik baru muncul, jika ada, itu akan menjadi lebih kompleks dan menantang,” ucapnya menambahkan bahwa Volkswagen banyak berinvestasi dalam deteksi dini.

Sebelumnya, para pembuat chip di Amerika Serikat (AS) dan Asia memperingatkan bahwa jika Washington gagal meloloskan CHIPS USD 52 miliar untuk Undang-Undang Amerika, mereka harus menunda atau mengurangi rencana investasi.

Nikkei Asian Review melaporkan bahwa Intel telah menunda tanpa batas pabrik chip senilai USD 20 miliar di Ohio. Perusahaan menyalahkan keterlambatan pada permintaan chip. Pabrik itu awalnya dijadwalkan untuk mengadakan upacara peletakan batu pertama pada 22 Juli.

Intel mengklaim masih berniat untuk membangun pabrik di Ohio, tetapi permintaan chip bergerak lebih lambat dari yang diharapkan. Pada pelaku industri ini juga berharap Kongres AS akan meloloskan versi revisi. Jika belum ada hasil, mungkin ada lebih banyak rintangan di tahun-tahun mendatang yang akan menghambat proses produksi chip.

—————————————————-
”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website www.jawapos.com. Situs Wargasipil.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs Wargasipil.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”