Microsoft Rilis Layanan System Center 2022

wargasipil.com – Microsoft baru saja mengumumkan ketersediaan umum dari System Center 2022, sebuah alat yang digunakan untuk mengelola dan menjalankan data center, sebagai tindak lanjut dari layanan Windows Server 2022.

Microsoft System Center 2022 berisi pembaruan hampir ke semua layanan yang didukung, termasuk System Center Operations Manager (SCOM), Virtual Machine Manager (VMM), System Center ORchestrator (SCORCH), Service Manager (SM) dan Data Protection Manager (DPM).

Nama-nama itu mungkin bagi kebanyakan pengguna Windows seperti aneh, namun jika anda seseorang yang menjalankan bisnis dengan mengandalkan layanan data center dari Windows, maka ini akan terdengar seperti musik yang mengalun indah.

Daftar fitur baru yang dibawa oleh System Center 2022 ini sebenarnya cukup singkat, ini karena Microsoft memilih untuk berfokus pada menjadikan semuanya bekerja dengan lebih baik.

Perusahaan mengatakan bahwa pengguna bisa mengharapkan adanya peningkatan pada fitur kolaborasi, memfasilitasi izin, dan bekerja di beberapa data center sekaligus.

Layanan ini kini juga bisa mengelola Azure Stack HCI 21H2 atau host VMWare 7.0, yang merupakan sesuatu yang berusaha dikejar oleh Microsoft, ketimbang menciptakan sebuah tren baru. Mungkin berita yang jauh lebih menarik, namun kurang disorot adalah pengumuman Microsoft yang membawa manajemen hybrid ke Azure.

“Kami akan menghadirkan kemampuan hybrid dengan System Center 2022 untuk menstandarisasi manajemen dan tata kelola di lingkungan lokal dan awan, sambil menggunakan kembali investasi yang anda berikan di System Center,” ungkap Microsoft.

Persaingan Layanan Awan

Rilisan terbaru itu menjadi contoh lain dari persaingan besar yang saat ini terjadi pada layanan awan, khususnya antara Microsoft dan Amazon.

Menurut data yang ada, Amazon masih unggul di depan, meraih 33% pangsa pasar yang diikuti oleh Azure dengan 21% pangsa pasar. Kemudian ada Google Cloud dengan 10% pangsa pasar, dan sisanya ada Alibaba 6%, IBM 4%, Salesforce 3%, Tencent 3% dan Oracle 2%.

Senjata rahasia Microsoft dalam persaingan ini adalah dengan memanfaatkan hubungan yang sudah terjalin dengan perusahaan-perusahaan besar yang telah terkunci dalam ekosistem Windows. Meningkatkan hubungan ini, telah menjadi sangat menguntungkan bagi Microsoft, khususnya ketika menyodorkan layanan berlangganannya.

    Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense.

    Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website.