Hacker Indonesia Paling Ditakuti, Bobol KPU Hingga Satelit

wargasipil.com – Belakangan kemunculan hacker bernama Bjorka menggemparkan jagat maya. Ia melalui kanal Telegram dan akun Twitter bahkan mencuri dan membocorkan database pemerintah serta data pribadi sejumlah pejabat di Indonesia.

Namun, sebelum Bjorka, ternyata ada sederet hacker Indonesia yang juga pernah lalu-lalang dan menunjukkan eksistensinya. Beberapa terbuka soal identitas aslinya dan yang lain tetap memilih untuk menjadi akun anonim.

Berikut ini beberapa hacker dari Indonesia yang namanya cukup terkenal dalam lingkup nasional maupun internasional, dirangkum dari kanal YouTube Dodi Wijaya, Selasa (13/9/2022).

Bagi orang awam, HMEI7 adalah suatu identitas yang terdengar asing, tapi di kalangan para hacker, nama HMEI7 cukup disegani.

Ia dijuluki sebagai master of defacer dunia. Menurut data di laman zone-h.org, sebanyak 294.402 web pernah ia lumpuhkan, di antaranya 139.721 IP tunggal dan 154.681 deface massal. Ia sempat membuat heboh karena berhasil mengacak-acak situs blogging, WordPress, beberapa tahun lalu.

Onno W Purbo merupakan pakar teknologi informasi asal Bandung. Ia memiliki latar belakang Teknik Elektro ITB pada tahun 1981. Setelah menyelesaikan S1 dengan predikat mahasiswa terbaik, Kang Onno pun melanjutkan studinya ke Kanada lewat jalur beasiswa.

Dani Firmansyah atau lebih dikenal sebagai Xnuxer, hacker yang sempat membuat heboh tanah air pada masanya. Pada April 2004, dirinya berhasil membobol situs kpu.go.id dengan cara XSS atau cross site scripting dan SQL injection.

Usai berhasil masuk ke dalam server, ia membuka nama 24 partai politik peserta pemilu dan mengganti namanya dengan nama buah. Aksinya ini direspons cepat oleh satuan siber kepolisian.

Erza Jullian atau lebih dikenal E5a_CYB3R, merupakan peretas paling muda yang berhasil membobol situs KPU dengan mengubah tampilan dan membuat admin kewalahan. Setelah mengacak-acak situs tersebut, E5A_Cyb3r mengembalikannya ke sedia kala.

Peretas andal dari tanah air lainnya adalah Xsvshacker. Beberapa aksinya pernah membuat pemilik situs kewalahan. Salah satu korban retasnya adalah database NYPD pada 2011.

Xsvshacker melakukan defacing lebih dari 430.000 situs di seluruh dunia. ia juga meretas game Zynga hingga membobol situs kepresidenan Israel.

Pria dengan nama asli Made Wiryana ini merupakan salah satu Cyber Paspampres RI. Dia dipercaya mengurusi penjagaan situs dan server era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pawang hacker yang menjahili situs pemerintah. Dia pernah melakukan back up server kepresidenan dalam hitungan detik setelah digempur DDoS.

Tidak ada yang tahu siapa yang menggunakan inisial ini. Akan tetapi kabarnya, dia disebut putra asli Indonesia yang berasal di Kalimantan. Dia merupakan peretas andal yang katanya mampu meretas ribuan server dalam waktu singkat.

Kabar lain yang beredar di forum bawah tanah dikatakan bahwa Mr. Dick kini bekerja sama dengan Microsoft dan Google untuk mempelajari pengembangan dan membuat sistem pertahanan software.

Tentu banyak yang tahu nama Jim Geovedi. Dia adalah pakar sekaligus pemerhati teknologi informatika dari Indonesia. Kini dia menetap di luar negeri.

Salah satu aksi hebat yang hingga kini diperbincangkan banyak orang adalah ketika Jim mempraktikkan untuk menggeser arah orbit satelit di luar angkasa pada 2009.

Bio666x pernah membuat heboh Malaysia pada 2019 lalu. Kala itu pria dengan nama Yogi Nugraha yang berusia 19 tahun, pernah mematikan jaringan internet negeri jiran.

Singapura juga pernah jadi korban Bio666x. Banyak data penting milik militer Singapura yang dia dapat setelah meretas dan masuk ke dalam server.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://wargasipil.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://wargasipil.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”