wargasipil.com – Ribuan kepala desa ( Kades ) yang bergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) berkumpul di Parkir Timur Senayan Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta , Minggu 19 Maret 2023.

Dalam perkumpulan itu, para kades menyampaikan 3 tuntutan. Salah satu tuntutannya yakni meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikan dana desa hingga Rp300 triliun.

Menurut mereka, dengan naiknya dana desa hingga Rp300 triliun dapat menyelesaikan berbagai permasalahan di wilayahnya.

Lantas apa saja yang disa dilakukan dengan uang Rp300 triliun?

1. Investasi: Anda dapat mempertimbangankan untuk berinvestasi dalam saham, properti, atau bisnis guna meningkatkan kekayaan Anda.

2. Filantropi: Anda dapat menyumbangkan sebagaian dari uang Anda untuk amal atau organisasi yang Anda pedulikan.

3. Pendidikan: Anda dapat membeli atau mendirikan institusi pendidikan seperti universitas, sekolah, atau pusat pelatihan.

4. Bisnis: Anda dapat membuka bisnis baru atau memperluas bisnis yang sudah ada, seperti membeli saham di perusahaan besar.

5. Properti: Anda dapat membeli properti untuk digunakan sebagai tempat tinggal atau investasi.

6. Liburan dan Hiburan: Anda dapat membeli barang-barang mewah seperti kapal pesiar, jet pribadi, mobil maha, atau memesan liburan mewah.

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan sejumlah tokoh menghadiri acara peringatan sembilan tahun keberadaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa di Area Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno , Jakarta , Minggu 19 Maret 2023.

Kehadiran Megawati yang juga merupakan Ketua Dewan Pengarah BPIP itu, disambut meriah oleh ribuan kepala desa dari seluruh Indonesia yang menghadiri kegiatan tersebut.

Atas sambutan itu, Megawati memberikan salam kepada para kepala desa dengan melambaikan tangan dari atas panggung.

“Ibu Megawati, i love you, Bu,” ucap salah seorang kepala desa yang disambut senyum oleh Megawati.

Megawati dijadwalkan memberikan pengarahan dalam acara peringatan sembilan tahun UU Desa yang mengusung tema “Membangun Indonesia dari Desa” itu.***