Mengenal Honda Sensing, Keunggulan, dan Cara Kerjanya

Mengenal Honda Sensing, Keunggulan, dan Cara Kerjanya

Jangan sampai biaya perbaikan mobil justru membebani pengeluaran. Manfaatkan asuransi mobil all risk untuk mendapatkan jaminan ganti rugi atas biaya perbaikan mobil secara menyeluruh.

Keunggulan fitur dalam Honda sensing

Teknologi Honda sensing menggabungkan beberapa perangkat penting dalam satu mobil yang memiliki fungsi tersendiri untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat sedang berkendara. 

Fitur-fitur tersebut adalah Collision Mitigation Braking System (CMBS), Lane Keeping Assist System (LKAS), Road Departure Mitigation (RDM), Adaptive Cruise Control (ACC) with Low Speed Follow (LSF), Auto High Beam dan Lead-car Departure No Notification (LCDN)

Supaya tidak bingung, berikut penjelasan dari masing-masing fitur di atas.

1. Collision Mitigation Braking System (CMBS)

Fitur ini berfungsi untuk memberi peringatan jika ada potensi benturan, misalnya ada kendaraan lain atau pejalan kaki yang terdeteksi ada di depan mobil. 

Mulai dari peringatan audio visual, mengencangkan seat belt dan juga mengaktifkan rem secara bertahap untuk mencegah benturan dan meminimalisir dampak jika terjadi benturan yang tidak terelakkan.

Mengenal Honda Sensing, Keunggulan, dan Cara Kerjanya

CMBS ini didesain untuk mengurangi tingkat kuatnya tabrakan yang tidak bisa terelakkan. Namun sistem ini bukan untuk mencegah tabrakan atau menghentikan mobil secara otomatis jika ada potensi benturan dengan mobil lain. 

Kamu sebagai pengemudi masih harus menginjak pedal rem dan mengendalikan roda kemudi dengan benar agar jika memang terjadi benturan, tidak sampai fatal untuk diri sendiri maupun pengendara lainnya.

Bagaimana cara kerja sistem CMBS ini?

  • Saat kamu mengemudikan mobil dengan kecepatan di atas 15 km/ jam, sensor radar yang ada di depan akan mulai memonitor kendaraan yang ada di depan Anda.
  • CMBS akan aktif jika ada perbedaan kecepatan antara mobil kamu dengan kendaraan di depan lebih dari 15 km/jam dengan kemungkinan terjadi tabrakan
  • Saat aktif, sistem akan memberi peringatan visual dan suara untuk menghindari tabrakan. Visual tersebut akan mati jika potensi tabrakan berhasil dihindari

2. Lane Keeping Assist System (LKAS)

Fitur ini fungsinya adalah membantu pengemudi untuk tetap berada di jalur yang terdeteksi sistem (marka jalan). Jika karena suatu hal mobil kamu melewati marka jalan, maka fitur ini akan memberikan peringatan audio dan menambah torsi pada kemudi untuk mengendalikan mobil ke jalur semula.

Lagi-lagi, fitur ini bukan pengganti absolut untuk control kendaraan karena dia tidak akan bekerja jika kamu melepaskan kemudi dengan sengaja atau gagal mengendalikan kendaraan. 

Kamu tetap wajib mengemudi dengan benar dan aman, menyalakan lampu peringatan untuk aba-aba ke pengendara lain jika ingin pindah jalur dan selalu perhatikan kondisi jalanan.

Tekan tombol MAIN atau LKAS pada roda kemudi untuk mengaktifkan fitur ini, lalu kamu pun harus tetap mengendarai mobil di bagian tengah jalur. 

Fitur ini baru bisa digunakan jika jalan yang dilewati punya penanda jalur di kedua sisi sehingga mobil kamu harus berada di tengah jalur tersebut, kecepatan berkendara antara 72 – 180 km/jam, mengemudi di jalan yang lurus atau sedikit berbelok, pedal rem tidak diinjak, lampu sein mati dan switch wiper tidak di posisi LO atau HI.

3. Road Departure Mitigation (RDM)

Fitur yang satu ini berfungsi untuk memberikan peringatan dan jika diperlukan akan secara otomatis mengoreksi roda kemudi jika mobil kamu keluar jalur atau meninggalkan jalan. 

Sistem ini juga punya batas, jadi kamu harus tetap bertanggung jawab untuk berada di jalur berkendara dan mengemudi dengan aman.

4. Adaptive Cruise Control (ACC) with Low Speed Follow (LSF)

Fitur ini tugasnya adalah untuk menjaga kestabilan kecepatan mobil dan juga mengatur jarak aman dengan kendaraan yang ada di depan mobil kamu. Selain itu, fitur ini juga bisa mengurangi dan memberhentikan mobil secara otomatis jika kendaraan yang ada di depan tadi terdeteksi berhenti.

Fitur ini bisa diaktifkan dengan menekan tombol MAIN dan kemudian tekan tombol -/SET di roda kemudi. Jika sudah aktif maka ada ikon ACC di bagian Main Information Display (MID) dengan syarat transmisi ada di posisi D atau S dan kecepatan mobil kamu lebih dari 40 km/jam. 

Fitur ini juga bisa dinonaktifkan jika kamu merasa lebih aman dengan mengontrol kecepatan dan menginjak pedal rem saat posisi kendaraan di depan tiba-tiba jadi sangat dekat.

Tapi fitur ini juga punya batasan ya. Kamu tetap harus menginjak pedal rem kapan pun jika situasi membutuhkan pengereman dan ingat untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, menghindari blind spot jika kendaraan di depan merupakan kendaraan besar seperti truk kontainer dan sebagainya.

5. Auto High Beam

Fitur terakhir dari Honda sensing adalah auto high beam dimana jika kamu berkendara di atas 40 km/ jam dengan posisi tuas lampu diputar dari low ke auto, maka sistem ini secara intuitif akan ganti ke lampu besar atau lampu normal tergantung situasi jalan yang dilewati.

Fitur ini juga bantu memastikan pengemudi punya visibilitas yang baik saat lampu sorot rendah atau tinggi jika berkendara di malam hari. Sistem ini juga mampu mengalihkan lampu mobil ke lampu jauh jika berkendara di jalan gelap di malam hari.

6. Lead-car Departure No Notification (LCDN)

Fitur terbaru di Honda sensing yang disematkan pada mobil All New Honda BR-V. Fitur ini akan memberi peringatan jika saat posisi berhenti di jalan raya, misalnya saat lampu merah, lalu kendaraan yang ada di depan sudah mulai berjalan tapi kamu belum maju juga. 

Nah, nantinya fitur ini akan memberi notifikasi agar kamu juga mulai jalan, misalnya dari contoh di atas lampu sudah berubah jadi hijau.

Pengemudi tetap berperan penting dalam keselamatan saat berkendara

Meski Honda sensing dapat menghindarkan kamu dari kecelakaan, namun bukan berarti kamu bisa mengemudi sesuka hati dengan anggapan ada teknologi yang akan beri peringatan jika akan terjadi tabrakan. 

Pasalnya Honda sensing tidak dirancang sebagai pengendali utama, namun pengendara tetap jadi kunci penting keselamatan saat berkendara.

Kamu harus tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas di jalan, berkendara dengan kecepatan sesuai batas aman atau rambu di jalan, tetap berada di lane sesuai tanpa mengubah lane dengan tiba-tiba tanpa memberi peringatan ke pengemudi kendaraan di belakang, mengatur jarak aman dengan kendaraan lain dan sebagainya.

Intinya, basic keamanan saat mengemudi tetap harus dilakukan dan teknologi Honda sensing yang akan memberi rasa lebih aman dan nyaman saat berkendara. 

Karena Honda sensing ini fungsinya sebagai pelengkap saja. Kamu pun bisa menonaktifkan beberapa fitur di sistem Honda sensing ini jika memang merasa tidak butuh.

Pentingnya punya asuransi mobil

Meski kamu punya mobil dengan teknologi Honda sensing, namun seperti yang sudah dijelaskan bahwa teknologi tersebut diciptakan bukan untuk membuat mobil bebas kecelakaan, tapi lebih pada fitur-fitur preventif untuk menghindarkan kamu dari tabrakan saat berkendara.

Teknologi Honda sensing pun masih harus tetap di bawah kendali kamu sebagai pengemudi, jadi pastikan mobil kamu juga punya asuransi ya! 

Jadi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti tabrakan, kamu punya bantuan dari pihak asuransi untuk biaya perbaikan dan perawatan.

Asuransi mobil saat ini pun ada banyak. Kamu tinggal ketik di Google cari asuransi mobil dan ratusan pilihan produk asuransi mobil pun akan terlihat di halaman pencarian. 

Brand_A_10_IBD
Brand_A_10_IBM

Kamu tinggal pilih perusahaan penyedia asuransi yang sekiranya kamu percayai, atau punya track record baik dalam mengurus polis dari penggunanya.

Kamu juga bisa buka website Lifepal untuk langsung cari berbagai produk asuransi mobil dalam satu klik. Kamu bisa sekalian bandingkan harga polis dan manfaat yang diberikan sehingga kamu bisa mendapatkan produk asuransi mobil terbaik untuk mobil kamu. 

Jangan lagi tunda untuk beli asuransi mobil ya! Cek asuransi mobil yang cocok buat kamu di sini!

Tips dari Lifepal! Fitur keamanan mobil kini semakin berkembang. Selain airbag, kini juga tersedia Honda sensing yang mampu meminimalisir risiko akibat kecelakaan di jalan raya.

Dalam fitur Honda sensing, bisa mendeteksi adanya pejalan kaki atau pengendara lain yang posisinya dekat dengan mobil kamu, sehingga, kecelakaan pun bisa dihindari.

Jika kamu ingin memiliki mobil yang memiliki fitur Honda sensing, kamu bisa nih membeli beberapa jenis mobil seperti Honda Accord, Honda CR-V, Honda Odyssey, All New Honda Civic RS dan All New Honda BR-V.

FAQ seputar Honda sensing

Honda sensing adalah serangkaian fitur keselamatan dalam mobil yang akan memberikan perlindungan bagi pengemudi saat berkendara di jalanan. Fitur-fitur di sistem Honda sensing ini dapat memperingatkan pengemudi jika ada potensi tabrakan.

Untuk saat ini, Honda sensing baru ada di mobil Honda Accord, Honda CR-V, Honda Odyssey, All New Honda Civic RS dan All New Honda BR-V. Bukan tidak mungkin kedepannya akan ada lebih banyak mobil keluaran Honda yang dibekali teknologi ini.

Kabar baiknya, Honda memastikan jika fitur sensing yang ada mobil-mobil yang sudah disebutkan di atas tadi tidak perlu perawatan khusus. Selain itu, teknologi ini akan terus berkembang dan di upgrade di masa mendatang.

Agar beban finansial kamu tidak terlalu terbebani karena biaya-biaya perbaikan mobil, jangan lupa beli asuransi mobil, ya. Asuransi mobil akan mengcover biaya perbaikan kerusakan mobil dari yang rusak ringan hingga rusak berat.

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.